Pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS) adalah gerakan separatisme untuk memisahkan diri dari Negara Indonesia Timur (NIT). Peristiwa ini terjadi saat Indonesia masih berupa Republik Indonesia Serikat (RIS). Pembentukan RMS lantas dinilai sebagai pemberontak oleh pemerintah pusat sehingga dilakukan penumpasan. RMS diproklamirkan pada April 1950 dan ditumpas pada November 1950. Pemberontakan Republik Maluku Selatan (RMS) dipimpin oleh Christian Robert Steven Soumokil yang menolak pembentukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Mereka ingin merdeka dan melepaskan diri dari wilayah Indonesia, karena menganggap Maluku kuat secara ekonomi, politik, dan geografis untuk berdiri sendiri. Penyebab utama munculnya Gerakan Republik Maluku Selatan (RMS) adalah pemerataan jatah pembangunan daerah yang dirasakan sangat kecil, dan tidak sebanding dengan Jawa. Pemberontakan ini kemudian dapat diatasi melalui ekspedisi militer yang dipimpin Kolonel A.E. Kawilarang, Panglima Tentara dan Te...
Comments
Post a Comment